Bismillahirohmanirohim
.
Sejatinya, setiap anak itu pembelajar. Dari kecil pun kita semua belajar, mulai belajar bergerak, berbalik, merangkak, berdiri, berjalan hingga berlari. Tak hanya itu, kita pun belajar menangis, mengoceh, hingga berbicara. Setiap manusia itu pasti pembelajar. Hingga dibentuklah sebuah sekolah, yg memang peruntukannya tempat belajar. Jenjang sekolah pun beragam, dari paud, tk, sd, smp, sma, hingga universitas, yg informalnya itu pasantren atau sekolah agama lain.
.
Adakah sekolah ibu?. Ada sih, online dan disuatu daerah pun mengadakan kuliah singkat untuk membangun daerah kecil dan yg mengadakan pun voluntair atau segelintir orang yang memiliki kesadaran tinggi untuk mendedikasikan kepada para ibu agar semangat mendidik anak2nya, karena mereka sadar majunya sebuah negara itu berasal dari keluarga kecil kita yg kita bangun. Namun, sejatinya yg tau praktek mendidik anak yah si ibu nya sendiri, yg terkadang teori dan praktek agak berbeda. Jika kalian sadari, allah menciptakan keluarga yg terdiri dari peranan, orangtua dan anak itu agar mereka saling beribadah, seperti ayat yg terdapat dalam surat Luqman ayat 14-15.
وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ
“Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada orang tuanya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah lemah dan menyapihnya dalam dua tahun, bersyukurlah kalian kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada-Ku lah kalian kembali” [Luqman : 14]
وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَىٰ أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۖ وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا ۖ وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ۚ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
“Dan jika keduanya memaksamu mempersekutukan sesuatu dengan Aku yang tidak ada pengetahuanmu tentang Aku maka janganlah kamu mengikuti keduanya dan pergaulilah keduanya di dunia dengan cara yang baik dan ikuti jalan orang-orang yang kembali kepada-Ku kemudian hanya kepada-Ku lah kembalimu maka Aku kabarkan kepadamu apa yang kamu kerjakan” [Luqman : 15]
.
Maksud dari ayat tersebut, dalam memang tidak ada sekolah formal yg mengajarkan menjadi ibu yg baik yg dapat mendidik anak2nya sukses dunia akhirat, namun sesungguhnya sekolah ibu yg real itu yah anak2nya. Sesungguhnya kehidupan si ibu sebelum menjadi ibu, ia adalah seorang anak yg masih kukuh dengan pendiriannya. Namun, ketika memiliki anak, ibu dipaksa belajar mengalah, belajar berkorban segalanya untuk kepentingan anaknya. Iya tahapan ini jg disebut belajar, dari yg dipaksa, terpaksa, hingga terbiasa. Ibu pun secara tidak langsung belajar tentang arti bersyukur yg tak terukur, sabar yg tak terbatas, hingga ikhlas yg luas. Ketiga materi yg setiap waktunya belajar dengan anak2nya, ujiannya pun selalu dadakan, apalagi menghadapi anak tantrum dan anak yg sulit menurut, duuh esmosi jiwa deh. Nah, ini lho yg bikin saya sebagai ibu selalu kena remedial tentang 3 materi tadi.
.
Bagaimana cara lulus dari sekolah ibu ini?. Duh klo di jelasin yah namanya jadi ibu itu harus siap berjuang, iya berjuang melawan rasa malas ngombrol sm anak, dan melawam rasa lelah. Berat yah... Cape deh.. Yah, emang iya, sekolah ibu ini reward nya pahala noting materi, klo dapet penghargaan itu yah senyuman manis anak dan prestasi anak2nya, dan anak tunjukin rasa sayangnya sama kita sekecil apapun jg rasanya udah meleleh bikin kita makin semangat lagi. Sekolah ibu ini lamaaa banget belajarnya, dari belajar semasa hamil, ngurusin baby, mendidik anak hingga dewasa, sampai anaknya punya baby lagi, ibu pun masih tetep belajar jadi nenek yg baik pada anak2nya dan cucunya. Panjang bgt kan proses belajarnya? Ujiannya kapan?sttt... Ujiannya mendadak, jadi siap2 aja, materinya apa? Materinya semua ilmu pengetahuan, dan senjata paling ampuhnya itu adalah doa. Oke, sekarang udah tau kan lulus sekolah ibu kapan? Ehmm... Lulusnya itu hingga allah panggil kita dan semua peranan kita, perlakuan kita semuanya dipertanggung jawabkan. Jadi sekolah ibu itu dimulai dari kita mengandung hingga akhir hayat. Semangat temans!
.
Hayooo... Yg singlelilah jadi mikir2 yah mau nikah muda atau ntar nunggu mapan?... Tenang, semuanya sudah tertulis di lauhul mahfuz tentang jodoh, rejeki, dan ajal. Semoga kita tetep istiqomah yah teman2. Ingat2 klo lagi down, flashback lagi tentang 3 pertanyaan besar, dari mana kita berasal? (Dari allah), tujuan kita hidup? (ibadah kepada allah), kemana setelah kita hidup? (Kembali kepada allah). Jadi, menikah itu ibadah terlama, termasuk peranan ibu juga terhitung ibadah yg lama. Jika kita insyaallah menjadi ibu yg solehah dan mensolihkan anak2 kita, itu nanti kita boleh milih pintu surga sendiri.. Aamiin aamiim ya robbal'alamin
.
Yuk temans... Semangat yaa buat ibu2 muda yg on proses mendidik anak2nya.. Dan semangat juga buat singlelilah untuk memantaskan diri serta mempersiapkan mental sebagai ibu solih.. Semoga kita semua dimudahkan oleh allah untuk mendidik anak keturunan kita menjadi soleh solehah, sukses dunia dan akhirat.. Aamiin ya robbal'alamin

Tidak ada komentar:
Posting Komentar