Senin, 16 Desember 2019

Aku dan bengkel diri


Aku dan bengkel diri

Bismillahirrahmanirrahim
.
Aku adalah ibu yg memiliki 3 anak balita. Alhamdulillah, suka duka saya alami. Sampai ke titik down banget, bagi saya stres bgt ngurus anak sendiri, rumah, dll. Knapa stres bgt? Saya tipikal orang diem klo ada masalah ga bakalan cerita klo ga ditanya duluan. Biasanya cumen mama yg ngerti dan paham saya. Sampai suatu titik paling sedih mama meninggal ketika saya hamil 6 bln anak pertama. Awalnya sih ga masalah, masih punya 1 anak, seneng banget, dan masih bisa eksistensi diri di dunia pendidikan. Ketika hamil anak ke 2, oke saya resign, karna ingin ngurus anak sendiri dan misah dari rumah mertua indah. Udah mau pindah, qodarullah Allah kasih saya rezeki anak lagi, padahal saya ikut KB. Baiklah udah punya anak 3 dan pindah ke rumah sendiri dan mulailah syok terapi, drama sama anak, suami, kelelahan, hingga nyaris ingin bunuh diri. Miris, sedih yg teramat sangat, karna aku butuh sosok pendengar setia seperti mama ku, sosok yg bisa selalu membahagiakan seperti bapakku. Jujur, pergolakan hati ini masih belum usai, sepertinya butuh bgt ketenangan. Selama menikah 6th ini, masih banyak yg harus di evaluasi, banyak bgt penyesuaian diri dengan keluarga yg memang berbeda denga almarhum orangtua ku dulu.
.
Amarah ku meronta karna harapan tak sesuai kenyataan. Oke, aku perlu berdamai dengan diri sendiri, aku perlu upgrade ilmu. Jujur, walaupun punya banyak pengalaman mendidik anak (anak orang) khatam semua teori pendidikan, beda rasanya ketika menghadapi anak sendiri, tantangan sungguh berat, antara kecewa, sedih, kesal, lelah, semua tertuang dalam amarah, sampai  diri ini jahat bgt rasanya sama anak sendiri. Sampai merasakan menyesal setelahnya.
.
"Ya Allah, jahat bgt aku ini sm ketiga anak ku, aku ingin bgt berubah, tapi ga tau bagaimana?"
.
Sampai suatu ketika ktmu sm "bengkel diri". Excited bgt rasanya PGN bgt ikut. Alhamdulillah dapet izin suami. Dan ikut lah, walaupun tertatih ngerjain semua tugasnya, tapi Alhamdulillah bisa menyelesaikan step by step nya.
.
"Ngapain aja sih di bengkel diri?". Aku banyak bgt kenal banyak orang. Satu hal yg bikin aku "nyes" tertampar dan jadi orang kufur nikmat Allah yaitu ketika banyak bgt tmn2 sharing dan bertanya tentang kisah2 mereka. Disitu aku seperti di jewer bgt sm Allah, ya Allah ternyata banyak orang yg masalah nya lebih besar dari aku. Sementara aku dikasih karunia anak 3 bukan bersyukur malah banyak keluhan #toyor diri sendiri. Pokonya materi ajarnya bikin melek bgt tentang kebesaran Allah, karna sejatinya, hidup ini untuk yg maha hidup, tentang kebermanfaatan yg kita berikan untuk umat. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ no:3289).
.
Perubahan yg aku rasakan, saya bisa menerima qodo dan qodar Allah pada aku sehingga aku bisa ngontrol emosi sm anak, suami, keluarga besar. Aku banyak belajar tentang arti syukur, sabar, ikhlas, walaupun prakteknya amat sulit, tapi insyaallah bisa diamalkan sedikit demi sedikit. Alhamdulillah bgt berkat ikut bengkel diri, aku bisa melewati masa2 krisis mental aku menghadapi 3 balita, yg Alhamdulillah sekarang anak sulungku suda sekolah, dan bisa lebih paham dengan perasaan ibunya..
.
Oia termasuk bikin blog ini, jujur sebenarnya ini me time buat saya pribadi dan cara aktualisasi aku agar tetap waras dan bisa lebih produktif. Meski butuh perjuangan bgt buat blog ini dan butuh sedikit dipaksa nulisnya..  tetep semangat teman2
.
jazakallah khairan katsiiraa barokallah wa fiik barakallah
.