Senin, 10 Februari 2020

Semua ada saat nya dan akan indah pada waktunya


Bismillahirrahmanirrahim
.
Liat gambar kaktus itu? Iya tanaman yg hidup ditanah tandus, hidupnya tak memerlukan banyak air, berduri kadang durinya bisa melukai dan terlihat tak menarik. Tapi, bila kaktus itu dirawat, ia akan menjadi tanaman yg cantik. Iya semua butuh proses ada saatnya yg akan indah pada waktunya, kuncinya sabar. Sebagaimana di jelaskan dalam Al-Qur'an.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. Surat Al-Baqarah ayat 153.
.
Ini cerita saya saat harus memilih jadi full time mommy.
.
Kadang suka iri liat sosmed tmn2 yg kariernya udah bagus, udah ada yg jd PNS, bisa pergi keliling dunia, lha kok saya gini2 aja, cumen seputaran singapur-madinah (ke dapur- ke depan rumah). Tapi klo inget2 lg, dulu wkt jd wanita karier, semua apa yg saya mau saya tinggal tunjuk dan ada semua, sekarang pgn sesuatu aja bilang sm pak suami, "ay, pgn ini deh.." Dy jawab, "ntar ya, sabar ya", giliran udah ada anggarannya, "hayu Bu kita beli ini...". Muka aku weis membleh.. "udah basi yah, udah ga mau lagi, ga usahlah, mending uangnya buat yg lain aja yg lebih penting". Iyaa gitu dari yg "pengen ini itu" sampe "ga pgn apa" (saking lama bgt loading nya). Iya dari situ kita ambil hikmahnya klo waktu kerja, punya uang sendiri bisa beli apapun yg kita mau, bisa kasih mama apapun. Tapi ketika kita ga kerja, ngandelin suami (suami pun tulang punggung keluarganya) rasanya harus mikir 10x lipat buat memenuhi keinginan kita. Jadi setelah menikah itu harus bisa membedakan antara "need" dan "want". Mana yg kebutuhan yg memang harus dipenuhi, dan mana yg keinginan yg mungkin bisa ditunda.
.
Kadang suka pgn kerja lg jd wanita karier tapi... Kok ga tega ninggalin anak balita 3 dirumah bersama nanny dan art. Kok yah saya mikir2 lg, gaji saya ngajar berapa sih? Klo ternyata saya pun harus ngeluarin gaji untuk menggaji orang pengganti saya dirumah. Ternyata, emang ga sebanding, blm lg klo art minta naik gaji, mogok kerja, bolos lah atau kerjaan kurang maksimal lah, agak ganggu pekerjaan saya juga kan. Masih mending klo anak3 saya diurus dengan telaten dan dengan baik tanpa ada kekerasan atau dikasih obat bius karna anak3 saya sedang masa aktif bgt. Jadi, mikir lagi..
.
Flashback sebentar, wkt saya masih punya anak 1. Pada usia aa 10 bln saya masih jadi wanita karier, masih ngajar. Namun ketika libur sekolah tiba, niatnya saya ingin sekali ngajak liburan anak. Namun, aa waktu itu sakit diare dan harus dirawat, sedih bgt. Uang gaji yg saya kumpulkan untuk liburan habis untuk biaya akomodasi rumah sakit, kok nyesek bgt. Tapi gapapalah yg penting anak sehat. Dari lubuk kecil, sedih bgt, kok saya ngerasa gagal jadi ibu, karna anak harus dirawat di RS. Tapi hidup harus tetap berjalan, saya harus terima qodo dan qodar Allah.
.
Sampai suatu titik jenuh tiba dalam bekerja. Sampai saya mikir, gini amat yah ngejar uang, harus ngorbanin anak segala. Ibu dan ayah saya sudah meninggal, adik kakak pun ga ada, saya kerja buat apa? buat anak tapi masih kecil anaknya jg (aa wkt itu dititip ke mertua). Sampai suami ku blg, klo mau pindah ke rumah sendiri yah harus ada pengorbanan yaitu melepas karier. Satu sisi sedih bgt, aku jg pgn punya uang sendiri dari hasil jerih payah ku kan aku bisa punya tabungan buat ke haji, trs siapa yg mau bahagiain aku klo ada ga punya yang sendiri, nanti klo aku sakit siapa yg mau membiayai dan merawat ku. Pikiran saya masih bucin duniawi bgt. Saya cumen tau bagaimana cara bikin hidup saya bahagia, tanpa tau cara membahagiakan orang sekitar. Astaghfirullah.. saya sudah berkeluarga dan harus nurut sm suami saya, karna maksud suami saya pun baik agar saya bisa fokus pada pendidikan anak saya diruma, sebagai mana yg tercantum dalam ayat Al-Qur'an, marilah kita perhatian perintah Allâh Yang Maha Kuasa berikut ini :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allâh terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
[at-Tahrîm/66:6]
.
Setelah sekian purnama merenung, alhasil saya putuskan untuk jd full time mommy, apapun resikonya. Karna saya pikir uang bisa dicari, lebih baik lelah mengurus anak3, apapun itu yg penting kita Deket sama anak, karena masa anak-anak ga akan terulang lagi dan saya ingin selalu hadir untuk mereka, bisa bermanfaat untuk mereka dan membantu suami mengurangi bebannya dlm anggaran rumah tangga. Dan insyaallah lelah ini jadi lilah, dengan mengharap ridho Allah
.
Tulisan ini ga mengandung unsur sindiran, karna saya paham bgt mengapa sebagian ibu jg memilih jadi ibu pekerja dengan merangkap jd ibu rumah tangga jg. Jujur saya mengapresiasikan ibu bekerja sekaligus ibu rumah tangga because u're wonder woman seperti almarhumah ibu saya yg jadi single fighting bgt.
.
Semua ada saatnya, semua itu ada waktu nya dan akan indah pada waktunya... Semoga kita yg sama2 berjuang dengan jalannya masing2 tetep bisa Istiqomah, selalu Allah berikan kekuatan, kesabaran, kesehatan agar keluarga senantiasa dalam lindungan Allah... Aamiin allahumma aamiin...
.
Barakaullahu fiik..

Senin, 16 Desember 2019

Aku dan bengkel diri


Aku dan bengkel diri

Bismillahirrahmanirrahim
.
Aku adalah ibu yg memiliki 3 anak balita. Alhamdulillah, suka duka saya alami. Sampai ke titik down banget, bagi saya stres bgt ngurus anak sendiri, rumah, dll. Knapa stres bgt? Saya tipikal orang diem klo ada masalah ga bakalan cerita klo ga ditanya duluan. Biasanya cumen mama yg ngerti dan paham saya. Sampai suatu titik paling sedih mama meninggal ketika saya hamil 6 bln anak pertama. Awalnya sih ga masalah, masih punya 1 anak, seneng banget, dan masih bisa eksistensi diri di dunia pendidikan. Ketika hamil anak ke 2, oke saya resign, karna ingin ngurus anak sendiri dan misah dari rumah mertua indah. Udah mau pindah, qodarullah Allah kasih saya rezeki anak lagi, padahal saya ikut KB. Baiklah udah punya anak 3 dan pindah ke rumah sendiri dan mulailah syok terapi, drama sama anak, suami, kelelahan, hingga nyaris ingin bunuh diri. Miris, sedih yg teramat sangat, karna aku butuh sosok pendengar setia seperti mama ku, sosok yg bisa selalu membahagiakan seperti bapakku. Jujur, pergolakan hati ini masih belum usai, sepertinya butuh bgt ketenangan. Selama menikah 6th ini, masih banyak yg harus di evaluasi, banyak bgt penyesuaian diri dengan keluarga yg memang berbeda denga almarhum orangtua ku dulu.
.
Amarah ku meronta karna harapan tak sesuai kenyataan. Oke, aku perlu berdamai dengan diri sendiri, aku perlu upgrade ilmu. Jujur, walaupun punya banyak pengalaman mendidik anak (anak orang) khatam semua teori pendidikan, beda rasanya ketika menghadapi anak sendiri, tantangan sungguh berat, antara kecewa, sedih, kesal, lelah, semua tertuang dalam amarah, sampai  diri ini jahat bgt rasanya sama anak sendiri. Sampai merasakan menyesal setelahnya.
.
"Ya Allah, jahat bgt aku ini sm ketiga anak ku, aku ingin bgt berubah, tapi ga tau bagaimana?"
.
Sampai suatu ketika ktmu sm "bengkel diri". Excited bgt rasanya PGN bgt ikut. Alhamdulillah dapet izin suami. Dan ikut lah, walaupun tertatih ngerjain semua tugasnya, tapi Alhamdulillah bisa menyelesaikan step by step nya.
.
"Ngapain aja sih di bengkel diri?". Aku banyak bgt kenal banyak orang. Satu hal yg bikin aku "nyes" tertampar dan jadi orang kufur nikmat Allah yaitu ketika banyak bgt tmn2 sharing dan bertanya tentang kisah2 mereka. Disitu aku seperti di jewer bgt sm Allah, ya Allah ternyata banyak orang yg masalah nya lebih besar dari aku. Sementara aku dikasih karunia anak 3 bukan bersyukur malah banyak keluhan #toyor diri sendiri. Pokonya materi ajarnya bikin melek bgt tentang kebesaran Allah, karna sejatinya, hidup ini untuk yg maha hidup, tentang kebermanfaatan yg kita berikan untuk umat. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ no:3289).
.
Perubahan yg aku rasakan, saya bisa menerima qodo dan qodar Allah pada aku sehingga aku bisa ngontrol emosi sm anak, suami, keluarga besar. Aku banyak belajar tentang arti syukur, sabar, ikhlas, walaupun prakteknya amat sulit, tapi insyaallah bisa diamalkan sedikit demi sedikit. Alhamdulillah bgt berkat ikut bengkel diri, aku bisa melewati masa2 krisis mental aku menghadapi 3 balita, yg Alhamdulillah sekarang anak sulungku suda sekolah, dan bisa lebih paham dengan perasaan ibunya..
.
Oia termasuk bikin blog ini, jujur sebenarnya ini me time buat saya pribadi dan cara aktualisasi aku agar tetap waras dan bisa lebih produktif. Meski butuh perjuangan bgt buat blog ini dan butuh sedikit dipaksa nulisnya..  tetep semangat teman2
.
jazakallah khairan katsiiraa barokallah wa fiik barakallah
.

Sabtu, 16 Februari 2019

Anakku, Sekolahku

Bismillahirohmanirohim
.
Sejatinya, setiap anak itu pembelajar. Dari kecil pun kita semua belajar, mulai belajar bergerak, berbalik, merangkak, berdiri, berjalan hingga berlari. Tak hanya itu, kita pun belajar menangis, mengoceh, hingga berbicara. Setiap manusia itu pasti pembelajar. Hingga dibentuklah sebuah sekolah, yg memang peruntukannya tempat belajar. Jenjang sekolah pun beragam, dari paud, tk, sd, smp, sma, hingga universitas, yg informalnya itu pasantren atau sekolah agama lain.
.
Adakah sekolah ibu?. Ada sih, online dan disuatu daerah pun mengadakan kuliah singkat untuk membangun daerah kecil dan yg mengadakan pun voluntair atau segelintir orang yang memiliki kesadaran tinggi untuk mendedikasikan kepada para ibu agar semangat mendidik anak2nya, karena mereka sadar majunya sebuah negara itu berasal dari keluarga kecil kita yg kita bangun. Namun, sejatinya yg tau praktek mendidik anak yah si ibu nya sendiri, yg terkadang teori dan praktek agak berbeda. Jika kalian sadari, allah menciptakan keluarga yg terdiri dari peranan, orangtua dan anak itu agar mereka saling beribadah, seperti ayat yg terdapat dalam surat Luqman ayat 14-15.

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

“Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada orang tuanya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah lemah dan menyapihnya dalam dua tahun, bersyukurlah kalian kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada-Ku lah kalian kembali” [Luqman : 14]

وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَىٰ أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۖ وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا ۖ وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ۚ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

“Dan jika keduanya memaksamu mempersekutukan sesuatu dengan Aku yang tidak ada pengetahuanmu tentang Aku maka janganlah kamu mengikuti keduanya dan pergaulilah keduanya di dunia dengan cara yang baik dan ikuti jalan orang-orang yang kembali kepada-Ku kemudian hanya kepada-Ku lah kembalimu maka Aku kabarkan kepadamu apa yang kamu kerjakan” [Luqman : 15]
.
Maksud dari ayat tersebut, dalam memang tidak ada sekolah formal yg mengajarkan menjadi ibu yg baik yg dapat mendidik anak2nya sukses dunia akhirat, namun sesungguhnya sekolah ibu yg real itu yah anak2nya. Sesungguhnya kehidupan si ibu sebelum menjadi ibu, ia adalah seorang anak yg masih kukuh dengan pendiriannya. Namun, ketika memiliki anak, ibu dipaksa belajar mengalah, belajar berkorban segalanya untuk kepentingan anaknya. Iya tahapan ini jg disebut belajar, dari yg dipaksa, terpaksa, hingga terbiasa. Ibu pun secara tidak langsung belajar tentang arti bersyukur yg tak terukur, sabar yg tak terbatas, hingga ikhlas yg luas. Ketiga materi yg setiap waktunya belajar dengan anak2nya, ujiannya pun selalu dadakan, apalagi menghadapi anak tantrum dan anak yg sulit menurut, duuh esmosi jiwa deh. Nah, ini lho yg bikin saya sebagai ibu selalu kena remedial tentang 3 materi tadi.
.
Bagaimana cara lulus dari sekolah ibu ini?. Duh klo di jelasin yah namanya jadi ibu itu harus siap berjuang, iya berjuang melawan rasa malas ngombrol sm anak, dan melawam rasa lelah. Berat yah... Cape deh.. Yah, emang iya, sekolah ibu ini reward nya pahala noting materi, klo dapet penghargaan itu yah senyuman manis anak dan prestasi anak2nya, dan anak tunjukin rasa sayangnya sama kita sekecil apapun jg rasanya udah meleleh bikin kita makin semangat lagi. Sekolah ibu ini lamaaa banget belajarnya, dari belajar semasa hamil, ngurusin baby, mendidik anak hingga dewasa, sampai anaknya punya baby lagi, ibu pun masih tetep belajar jadi nenek yg baik pada anak2nya dan cucunya. Panjang bgt kan proses belajarnya? Ujiannya kapan?sttt... Ujiannya mendadak, jadi siap2 aja, materinya apa? Materinya semua ilmu pengetahuan, dan senjata paling ampuhnya itu adalah doa. Oke, sekarang udah tau kan lulus sekolah ibu kapan? Ehmm... Lulusnya itu hingga allah panggil kita dan semua peranan kita, perlakuan kita semuanya dipertanggung jawabkan. Jadi sekolah ibu itu dimulai dari kita mengandung hingga akhir hayat. Semangat temans!
.
Hayooo... Yg singlelilah jadi mikir2 yah mau nikah muda atau ntar nunggu mapan?... Tenang, semuanya sudah tertulis di lauhul mahfuz tentang jodoh, rejeki, dan ajal. Semoga kita tetep istiqomah yah teman2. Ingat2 klo lagi down, flashback lagi tentang 3 pertanyaan besar, dari mana kita berasal? (Dari allah), tujuan kita hidup? (ibadah kepada allah), kemana setelah kita hidup? (Kembali kepada allah). Jadi, menikah itu ibadah terlama, termasuk peranan ibu juga terhitung ibadah yg lama. Jika kita insyaallah menjadi ibu yg solehah dan mensolihkan anak2 kita, itu nanti kita boleh milih pintu surga sendiri.. Aamiin aamiim ya robbal'alamin
.
Yuk temans... Semangat yaa buat ibu2 muda yg on proses mendidik anak2nya.. Dan semangat juga buat singlelilah untuk memantaskan diri serta mempersiapkan mental sebagai ibu solih.. Semoga kita semua dimudahkan oleh allah untuk mendidik anak keturunan kita menjadi soleh solehah, sukses dunia dan akhirat.. Aamiin ya robbal'alamin

Selasa, 12 Februari 2019

Mem"Bengkel"i Diri, mendekati hati dengan ilahi

Saya adalah seorang istri dan ibu dari 3 anak balita. Sebelum menikah saya adalah wanita karier dan tulang punggung bagi ibu saya yang single fighter. Saya terbiasa bekerja sedari kuliah, karna kuliah sambil kerja. Keinginan saya keras, jika menginginkan suatu hal saya akan berusaha keras. Alhamdulilah, hubungan saya sangat erat dengan mama, dan saat itu saya pun gemar ikut kajian pengajian rutin. Ketika menikah, realita tak seindah ekspetasi. Banyak ujian dan rintangan untuk terus dekat dengan allah. Ujian kesabaran merawat mama yg sakit keras, kehilangan mama, opa dan oma, serta merawat 3 balita sendiri, jauh dari keluarga membuat saya terapuh dan depresi. Iya, saya sempat berpaling dari allah, karena allah mengambil semua orang2 yg ku sayang meninggalkanku sebatang kara. Saat itu saya tidak menerima qodho dan qodar allah karena kehidupan saya tidak sebahagia saat mama msh ada disamping saya. Jujur, psikologis saya sangat jauh dari yg diharapkan, saya terbiasa jadi wanita karier, punya gaji sendiri, semua keinginan saya selalu bisa saya penuhi. Ketika jadi ibu rumah tangga, saya harus banyak bersabar dan memilah antara keinginan dan kebutuhan karna kondisi ekonomi yg jauh berbeda dibanding dulu saat masih single yg bisa kemana2 dan bisa beli apa saja untuk bahagiakan mama. Tapi... Semua berbeda.. Suami hanya bisa bilang sabar karna ini ujian allah. Entahlah, saat itu saya membutuhkan pendengar yg baik bukan hanya sekedar komentar sabar. Saya selalu merasa ibu rumah tangga pekerjaan yg tak pernah dihargai, pekerjan yg tiada henti tanpa upah yg tak sebanding. Ketidakterimaan says terhadap qodho dan qodar allah membuat saya rapuh dan terpuruk. Hingga saya melihat sosial media ttg ibu bahagia, tulisan yg meninggikan pekerjaan ibu rumah tangga.
.
Saat itu saya mulai terinspirasi dengan bengkel diri. Saya punya 3 balita rasanya ingin ikut kajian banyak bgt halangannya. Dengan mengikuti bengkel diri, saya bisa memperbaiki diri, introspeksi diri, dan yg pasti saya bisa menerima qodho dan qodar yg allah berikan pada saya. Jujur, saya lebih tenang, lebih bisa ikhlas menerima keadaan saya saat ini. Saya bisa belajar bersyukur. Iya, bersyukur ketika kehilangan keluarga yg teramat saya sayang, allah titipkan 3 balita yg lucu dan menggemaskan sebagai pelipur lara. Saya bersykur memiliki suami dan keluarga baru yg menerima saya apa adanya. Saya bersyukur dapat melihat perkembangan anak saya setiap detiknya. Di bengkel diri saya banyak belajar tentang hidup yg hanya sesaat, ujian pun hanya sesaat, semua akan kita lewati dan kita harus melakukan yg terbaik, melakukan semuanya karna allah, insyaalah semua menjadi ibadah kita. Seperti dalam al-qur'an Allah Ta’ala berfirman:

{وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلا كَاشِفَ لَهُ إِلا هُوَ وَإِنْ يُرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلا رَادَّ لِفَضْلِهِ. يُصِيبُ بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَهُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ}

“Jika Allah menimpakan suatu keburukan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurnia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS Yuunus: 107).
.
Saat mengikuti bengkel diri saya selalu merasa tertampar, dengan semua materi yg diberikan. Tamparannya membuat saya sadar betapa besarnya nikmat yg allah berikan namun saya kufur nikmat pada-Nya. Astagfirullohal'azim. Ya allah, semakin hamba mengenal Mu, semakin kecil diri hamba, semakin fakir ilmu diri ini, semakin hamba tau betapa besarnya nikmat-Mu dan betapa sayangnya diri-Mu padaku.
.
Alhamdulillah, Alhamdulilah, Alhamdulilah, terimakasih ya allah telah membuat hamba menjadi pribadi yg sadar akan besarnya dosa hamba hingga hamba bisa bertaubat sebelum mati, ya allah jadikan diri hamba istiqomah selalu di jalan Mu, tetapkan hati hamba untuk selalu bersabar, ikhlas dan bersyukur dengan apapun ujian yg Engkau berikan pada hamba
.
Jazakillah ummu balqis, jazakillah bengkel diri, jazakillah ukhtifillah sahabat di kelas BD Lv 1 Ummu Salamah, BD Lv 2 Masjidil Al-Haram yg share tentang pengalamannya dan menjadikan pelajaran bagi saya.
.
Pelajarannya, bagi saya pribadi yg ditinggal meninggal orang2 tersayang, manusia itu bersal dari allah, tujuan hidup untuk beribadah kepada allah, dan kembali kepada allah. Hidup di dunia ini hanya sebentar, kemarin (masalalu yg tak bisa dirubah), sekarang (yang sedang berlangsung, dan besok (kehidupan yg masih misteri). Kita hanya punya waktu sekarang, maka perbaikilah diri, lakukan yg terbaik, beribadah tepat waktu, dekati allah. Allah sayang sama kita. Allah tau yg terbaik untuk kita. Be khusnuzon, keep istiqomah, dan tetap semangat teman. Jika, kamu tak punya teman untuk curhat masih ada sejadah untuk sujud dan berdoa pada allah.
.
إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُ وَمَا لَهُم مِّن دُونِهِ مِن وَالٍ[

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sebelum kaum itu sendiri mengubah apa yang ada pada diri mereka. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” (QS. Ar-Ra’d 13: 11).
.
Semoga tulisan ini bermanfaat.