Senin, 10 Februari 2020

Semua ada saat nya dan akan indah pada waktunya


Bismillahirrahmanirrahim
.
Liat gambar kaktus itu? Iya tanaman yg hidup ditanah tandus, hidupnya tak memerlukan banyak air, berduri kadang durinya bisa melukai dan terlihat tak menarik. Tapi, bila kaktus itu dirawat, ia akan menjadi tanaman yg cantik. Iya semua butuh proses ada saatnya yg akan indah pada waktunya, kuncinya sabar. Sebagaimana di jelaskan dalam Al-Qur'an.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. Surat Al-Baqarah ayat 153.
.
Ini cerita saya saat harus memilih jadi full time mommy.
.
Kadang suka iri liat sosmed tmn2 yg kariernya udah bagus, udah ada yg jd PNS, bisa pergi keliling dunia, lha kok saya gini2 aja, cumen seputaran singapur-madinah (ke dapur- ke depan rumah). Tapi klo inget2 lg, dulu wkt jd wanita karier, semua apa yg saya mau saya tinggal tunjuk dan ada semua, sekarang pgn sesuatu aja bilang sm pak suami, "ay, pgn ini deh.." Dy jawab, "ntar ya, sabar ya", giliran udah ada anggarannya, "hayu Bu kita beli ini...". Muka aku weis membleh.. "udah basi yah, udah ga mau lagi, ga usahlah, mending uangnya buat yg lain aja yg lebih penting". Iyaa gitu dari yg "pengen ini itu" sampe "ga pgn apa" (saking lama bgt loading nya). Iya dari situ kita ambil hikmahnya klo waktu kerja, punya uang sendiri bisa beli apapun yg kita mau, bisa kasih mama apapun. Tapi ketika kita ga kerja, ngandelin suami (suami pun tulang punggung keluarganya) rasanya harus mikir 10x lipat buat memenuhi keinginan kita. Jadi setelah menikah itu harus bisa membedakan antara "need" dan "want". Mana yg kebutuhan yg memang harus dipenuhi, dan mana yg keinginan yg mungkin bisa ditunda.
.
Kadang suka pgn kerja lg jd wanita karier tapi... Kok ga tega ninggalin anak balita 3 dirumah bersama nanny dan art. Kok yah saya mikir2 lg, gaji saya ngajar berapa sih? Klo ternyata saya pun harus ngeluarin gaji untuk menggaji orang pengganti saya dirumah. Ternyata, emang ga sebanding, blm lg klo art minta naik gaji, mogok kerja, bolos lah atau kerjaan kurang maksimal lah, agak ganggu pekerjaan saya juga kan. Masih mending klo anak3 saya diurus dengan telaten dan dengan baik tanpa ada kekerasan atau dikasih obat bius karna anak3 saya sedang masa aktif bgt. Jadi, mikir lagi..
.
Flashback sebentar, wkt saya masih punya anak 1. Pada usia aa 10 bln saya masih jadi wanita karier, masih ngajar. Namun ketika libur sekolah tiba, niatnya saya ingin sekali ngajak liburan anak. Namun, aa waktu itu sakit diare dan harus dirawat, sedih bgt. Uang gaji yg saya kumpulkan untuk liburan habis untuk biaya akomodasi rumah sakit, kok nyesek bgt. Tapi gapapalah yg penting anak sehat. Dari lubuk kecil, sedih bgt, kok saya ngerasa gagal jadi ibu, karna anak harus dirawat di RS. Tapi hidup harus tetap berjalan, saya harus terima qodo dan qodar Allah.
.
Sampai suatu titik jenuh tiba dalam bekerja. Sampai saya mikir, gini amat yah ngejar uang, harus ngorbanin anak segala. Ibu dan ayah saya sudah meninggal, adik kakak pun ga ada, saya kerja buat apa? buat anak tapi masih kecil anaknya jg (aa wkt itu dititip ke mertua). Sampai suami ku blg, klo mau pindah ke rumah sendiri yah harus ada pengorbanan yaitu melepas karier. Satu sisi sedih bgt, aku jg pgn punya uang sendiri dari hasil jerih payah ku kan aku bisa punya tabungan buat ke haji, trs siapa yg mau bahagiain aku klo ada ga punya yang sendiri, nanti klo aku sakit siapa yg mau membiayai dan merawat ku. Pikiran saya masih bucin duniawi bgt. Saya cumen tau bagaimana cara bikin hidup saya bahagia, tanpa tau cara membahagiakan orang sekitar. Astaghfirullah.. saya sudah berkeluarga dan harus nurut sm suami saya, karna maksud suami saya pun baik agar saya bisa fokus pada pendidikan anak saya diruma, sebagai mana yg tercantum dalam ayat Al-Qur'an, marilah kita perhatian perintah Allâh Yang Maha Kuasa berikut ini :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allâh terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
[at-Tahrîm/66:6]
.
Setelah sekian purnama merenung, alhasil saya putuskan untuk jd full time mommy, apapun resikonya. Karna saya pikir uang bisa dicari, lebih baik lelah mengurus anak3, apapun itu yg penting kita Deket sama anak, karena masa anak-anak ga akan terulang lagi dan saya ingin selalu hadir untuk mereka, bisa bermanfaat untuk mereka dan membantu suami mengurangi bebannya dlm anggaran rumah tangga. Dan insyaallah lelah ini jadi lilah, dengan mengharap ridho Allah
.
Tulisan ini ga mengandung unsur sindiran, karna saya paham bgt mengapa sebagian ibu jg memilih jadi ibu pekerja dengan merangkap jd ibu rumah tangga jg. Jujur saya mengapresiasikan ibu bekerja sekaligus ibu rumah tangga because u're wonder woman seperti almarhumah ibu saya yg jadi single fighting bgt.
.
Semua ada saatnya, semua itu ada waktu nya dan akan indah pada waktunya... Semoga kita yg sama2 berjuang dengan jalannya masing2 tetep bisa Istiqomah, selalu Allah berikan kekuatan, kesabaran, kesehatan agar keluarga senantiasa dalam lindungan Allah... Aamiin allahumma aamiin...
.
Barakaullahu fiik..