Sabtu, 16 Februari 2019

Anakku, Sekolahku

Bismillahirohmanirohim
.
Sejatinya, setiap anak itu pembelajar. Dari kecil pun kita semua belajar, mulai belajar bergerak, berbalik, merangkak, berdiri, berjalan hingga berlari. Tak hanya itu, kita pun belajar menangis, mengoceh, hingga berbicara. Setiap manusia itu pasti pembelajar. Hingga dibentuklah sebuah sekolah, yg memang peruntukannya tempat belajar. Jenjang sekolah pun beragam, dari paud, tk, sd, smp, sma, hingga universitas, yg informalnya itu pasantren atau sekolah agama lain.
.
Adakah sekolah ibu?. Ada sih, online dan disuatu daerah pun mengadakan kuliah singkat untuk membangun daerah kecil dan yg mengadakan pun voluntair atau segelintir orang yang memiliki kesadaran tinggi untuk mendedikasikan kepada para ibu agar semangat mendidik anak2nya, karena mereka sadar majunya sebuah negara itu berasal dari keluarga kecil kita yg kita bangun. Namun, sejatinya yg tau praktek mendidik anak yah si ibu nya sendiri, yg terkadang teori dan praktek agak berbeda. Jika kalian sadari, allah menciptakan keluarga yg terdiri dari peranan, orangtua dan anak itu agar mereka saling beribadah, seperti ayat yg terdapat dalam surat Luqman ayat 14-15.

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

“Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada orang tuanya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah lemah dan menyapihnya dalam dua tahun, bersyukurlah kalian kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada-Ku lah kalian kembali” [Luqman : 14]

وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَىٰ أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۖ وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا ۖ وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ۚ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

“Dan jika keduanya memaksamu mempersekutukan sesuatu dengan Aku yang tidak ada pengetahuanmu tentang Aku maka janganlah kamu mengikuti keduanya dan pergaulilah keduanya di dunia dengan cara yang baik dan ikuti jalan orang-orang yang kembali kepada-Ku kemudian hanya kepada-Ku lah kembalimu maka Aku kabarkan kepadamu apa yang kamu kerjakan” [Luqman : 15]
.
Maksud dari ayat tersebut, dalam memang tidak ada sekolah formal yg mengajarkan menjadi ibu yg baik yg dapat mendidik anak2nya sukses dunia akhirat, namun sesungguhnya sekolah ibu yg real itu yah anak2nya. Sesungguhnya kehidupan si ibu sebelum menjadi ibu, ia adalah seorang anak yg masih kukuh dengan pendiriannya. Namun, ketika memiliki anak, ibu dipaksa belajar mengalah, belajar berkorban segalanya untuk kepentingan anaknya. Iya tahapan ini jg disebut belajar, dari yg dipaksa, terpaksa, hingga terbiasa. Ibu pun secara tidak langsung belajar tentang arti bersyukur yg tak terukur, sabar yg tak terbatas, hingga ikhlas yg luas. Ketiga materi yg setiap waktunya belajar dengan anak2nya, ujiannya pun selalu dadakan, apalagi menghadapi anak tantrum dan anak yg sulit menurut, duuh esmosi jiwa deh. Nah, ini lho yg bikin saya sebagai ibu selalu kena remedial tentang 3 materi tadi.
.
Bagaimana cara lulus dari sekolah ibu ini?. Duh klo di jelasin yah namanya jadi ibu itu harus siap berjuang, iya berjuang melawan rasa malas ngombrol sm anak, dan melawam rasa lelah. Berat yah... Cape deh.. Yah, emang iya, sekolah ibu ini reward nya pahala noting materi, klo dapet penghargaan itu yah senyuman manis anak dan prestasi anak2nya, dan anak tunjukin rasa sayangnya sama kita sekecil apapun jg rasanya udah meleleh bikin kita makin semangat lagi. Sekolah ibu ini lamaaa banget belajarnya, dari belajar semasa hamil, ngurusin baby, mendidik anak hingga dewasa, sampai anaknya punya baby lagi, ibu pun masih tetep belajar jadi nenek yg baik pada anak2nya dan cucunya. Panjang bgt kan proses belajarnya? Ujiannya kapan?sttt... Ujiannya mendadak, jadi siap2 aja, materinya apa? Materinya semua ilmu pengetahuan, dan senjata paling ampuhnya itu adalah doa. Oke, sekarang udah tau kan lulus sekolah ibu kapan? Ehmm... Lulusnya itu hingga allah panggil kita dan semua peranan kita, perlakuan kita semuanya dipertanggung jawabkan. Jadi sekolah ibu itu dimulai dari kita mengandung hingga akhir hayat. Semangat temans!
.
Hayooo... Yg singlelilah jadi mikir2 yah mau nikah muda atau ntar nunggu mapan?... Tenang, semuanya sudah tertulis di lauhul mahfuz tentang jodoh, rejeki, dan ajal. Semoga kita tetep istiqomah yah teman2. Ingat2 klo lagi down, flashback lagi tentang 3 pertanyaan besar, dari mana kita berasal? (Dari allah), tujuan kita hidup? (ibadah kepada allah), kemana setelah kita hidup? (Kembali kepada allah). Jadi, menikah itu ibadah terlama, termasuk peranan ibu juga terhitung ibadah yg lama. Jika kita insyaallah menjadi ibu yg solehah dan mensolihkan anak2 kita, itu nanti kita boleh milih pintu surga sendiri.. Aamiin aamiim ya robbal'alamin
.
Yuk temans... Semangat yaa buat ibu2 muda yg on proses mendidik anak2nya.. Dan semangat juga buat singlelilah untuk memantaskan diri serta mempersiapkan mental sebagai ibu solih.. Semoga kita semua dimudahkan oleh allah untuk mendidik anak keturunan kita menjadi soleh solehah, sukses dunia dan akhirat.. Aamiin ya robbal'alamin

Selasa, 12 Februari 2019

Mem"Bengkel"i Diri, mendekati hati dengan ilahi

Saya adalah seorang istri dan ibu dari 3 anak balita. Sebelum menikah saya adalah wanita karier dan tulang punggung bagi ibu saya yang single fighter. Saya terbiasa bekerja sedari kuliah, karna kuliah sambil kerja. Keinginan saya keras, jika menginginkan suatu hal saya akan berusaha keras. Alhamdulilah, hubungan saya sangat erat dengan mama, dan saat itu saya pun gemar ikut kajian pengajian rutin. Ketika menikah, realita tak seindah ekspetasi. Banyak ujian dan rintangan untuk terus dekat dengan allah. Ujian kesabaran merawat mama yg sakit keras, kehilangan mama, opa dan oma, serta merawat 3 balita sendiri, jauh dari keluarga membuat saya terapuh dan depresi. Iya, saya sempat berpaling dari allah, karena allah mengambil semua orang2 yg ku sayang meninggalkanku sebatang kara. Saat itu saya tidak menerima qodho dan qodar allah karena kehidupan saya tidak sebahagia saat mama msh ada disamping saya. Jujur, psikologis saya sangat jauh dari yg diharapkan, saya terbiasa jadi wanita karier, punya gaji sendiri, semua keinginan saya selalu bisa saya penuhi. Ketika jadi ibu rumah tangga, saya harus banyak bersabar dan memilah antara keinginan dan kebutuhan karna kondisi ekonomi yg jauh berbeda dibanding dulu saat masih single yg bisa kemana2 dan bisa beli apa saja untuk bahagiakan mama. Tapi... Semua berbeda.. Suami hanya bisa bilang sabar karna ini ujian allah. Entahlah, saat itu saya membutuhkan pendengar yg baik bukan hanya sekedar komentar sabar. Saya selalu merasa ibu rumah tangga pekerjaan yg tak pernah dihargai, pekerjan yg tiada henti tanpa upah yg tak sebanding. Ketidakterimaan says terhadap qodho dan qodar allah membuat saya rapuh dan terpuruk. Hingga saya melihat sosial media ttg ibu bahagia, tulisan yg meninggikan pekerjaan ibu rumah tangga.
.
Saat itu saya mulai terinspirasi dengan bengkel diri. Saya punya 3 balita rasanya ingin ikut kajian banyak bgt halangannya. Dengan mengikuti bengkel diri, saya bisa memperbaiki diri, introspeksi diri, dan yg pasti saya bisa menerima qodho dan qodar yg allah berikan pada saya. Jujur, saya lebih tenang, lebih bisa ikhlas menerima keadaan saya saat ini. Saya bisa belajar bersyukur. Iya, bersyukur ketika kehilangan keluarga yg teramat saya sayang, allah titipkan 3 balita yg lucu dan menggemaskan sebagai pelipur lara. Saya bersykur memiliki suami dan keluarga baru yg menerima saya apa adanya. Saya bersyukur dapat melihat perkembangan anak saya setiap detiknya. Di bengkel diri saya banyak belajar tentang hidup yg hanya sesaat, ujian pun hanya sesaat, semua akan kita lewati dan kita harus melakukan yg terbaik, melakukan semuanya karna allah, insyaalah semua menjadi ibadah kita. Seperti dalam al-qur'an Allah Ta’ala berfirman:

{وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلا كَاشِفَ لَهُ إِلا هُوَ وَإِنْ يُرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلا رَادَّ لِفَضْلِهِ. يُصِيبُ بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَهُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ}

“Jika Allah menimpakan suatu keburukan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurnia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS Yuunus: 107).
.
Saat mengikuti bengkel diri saya selalu merasa tertampar, dengan semua materi yg diberikan. Tamparannya membuat saya sadar betapa besarnya nikmat yg allah berikan namun saya kufur nikmat pada-Nya. Astagfirullohal'azim. Ya allah, semakin hamba mengenal Mu, semakin kecil diri hamba, semakin fakir ilmu diri ini, semakin hamba tau betapa besarnya nikmat-Mu dan betapa sayangnya diri-Mu padaku.
.
Alhamdulillah, Alhamdulilah, Alhamdulilah, terimakasih ya allah telah membuat hamba menjadi pribadi yg sadar akan besarnya dosa hamba hingga hamba bisa bertaubat sebelum mati, ya allah jadikan diri hamba istiqomah selalu di jalan Mu, tetapkan hati hamba untuk selalu bersabar, ikhlas dan bersyukur dengan apapun ujian yg Engkau berikan pada hamba
.
Jazakillah ummu balqis, jazakillah bengkel diri, jazakillah ukhtifillah sahabat di kelas BD Lv 1 Ummu Salamah, BD Lv 2 Masjidil Al-Haram yg share tentang pengalamannya dan menjadikan pelajaran bagi saya.
.
Pelajarannya, bagi saya pribadi yg ditinggal meninggal orang2 tersayang, manusia itu bersal dari allah, tujuan hidup untuk beribadah kepada allah, dan kembali kepada allah. Hidup di dunia ini hanya sebentar, kemarin (masalalu yg tak bisa dirubah), sekarang (yang sedang berlangsung, dan besok (kehidupan yg masih misteri). Kita hanya punya waktu sekarang, maka perbaikilah diri, lakukan yg terbaik, beribadah tepat waktu, dekati allah. Allah sayang sama kita. Allah tau yg terbaik untuk kita. Be khusnuzon, keep istiqomah, dan tetap semangat teman. Jika, kamu tak punya teman untuk curhat masih ada sejadah untuk sujud dan berdoa pada allah.
.
إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُ وَمَا لَهُم مِّن دُونِهِ مِن وَالٍ[

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sebelum kaum itu sendiri mengubah apa yang ada pada diri mereka. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” (QS. Ar-Ra’d 13: 11).
.
Semoga tulisan ini bermanfaat.